Skip to main content

Full text of "Pedang Roh"

PEDANG ROH 




Ef. 6 : 17 



THE SWORD OF THE SPIRIT 



JLETIN TRIBULANAN, SARANA PENDIDIKAN THEOLOGI DAN PEMBERITAAN KEBENARAN SEKOLAH TINGGI THEOLOGI GRAPHE 



Edisi XLI Tahun X 

Daftar Isi: 

>BERITA PENTING 01 

^Nyatakan Apa Yang Salah 01 

J Sekolah Theologi Fuller 04 

^Menilai Dan Tidak Bisa Dinilai 07 

l Selamat Jalan Drs. Agus B. Lay 08 

>STT GRAPHE 10 

c Yesus Lahir Sekitar Bulan Juli 1 1 

>Kuis Pedang Roh , Iklan 12 

>Kolom Redaksi 12 



BERITA PENTING 



KONGRES KRISTEN FUNDAMENTALIS 
INDONESIA yang dilaksanakan pada tanggal 17 
Agustus 2004 telah berjalan dengan sukses. 
Pembahasan tentang penyerangan terhadap Alkitab 
oleh berbagaikelompok dan lain sebagainya sangat 
membekali orang Kristen dalam perjalanan iman 
dan pelayanan di akhir zaman ini. Semua khotbah 
direkam dalam bentuk kaset maupun VCD, dan 
dapat dipesan oleh pembaca, satu kaset Rp. 1 0,000 .- 
dan satu VCD Rp. 15,000.- 

Pada tanggal 17 Agustus 2004 selain acara 
kongres juga diadakan wisuda STT GRAPHE. 
Tahun ini STT GRAPHE mewisuda 1 1 mahasiswa 
yang telah menyelesaikan program Diploma, Ba- 
chelor of Biblical Study (BBS), Bachelor of 
Theology (B.Th.), Sarjana Theologi (S.Th.), dan 
Master of Ministry (M.Min). Dari yang tamat, 
silwanus Tefbana diutus ke Papua, Filipus AS 
diutus ke Surabaya, Suandi Rangking dan Mulyono 
diutus ke Kaliamantan Barat. Mereka akan 
melakukan tugas penginjilan dan pembangunan 
jemaat lokal. 

Pada saat ini STT GRAPHE sedan menyusun 
acara tahun 2005. Khusus untuk tahun 2005 STT 
GRAPHE mempunyai rencana mengadakan 
seminar di berbagai Sekolah Tinggi Theologi untuk 
pelajaran sistematika theologi (Soteriology, 
Bibliology dan Ecclesiology) masing-masing empat 
jam dan tanya-jawab. Tentu STT GRAPHE siap 
menanggung semua biaya seminar tersebut. Oleh 
sebab itu jika pembaca adalah pimpinan sebuah 
STT atau staff bahkan mahasiswa, silakan 
mengusulkan dan menghubungi STT GRAPHE 
agar seminar di STT anda dimasukkan ke dalam 
daftar acara tahun 2005. Seminar tersebut pasti 
akan membuat mahasiswa yang kritis terbekali 
dengan baik.*** 



Editor: Dr. Suhento Liauw 



Oktober-November-Desember 2004 



mm m m m 



IITim.4:l-5 

Di hadapan Allah dan Kristus Yesus 

yang akan menghakimi orang yang hidup 

dan yang mati, aku berpesan dengan 

sungguh-sungguh kepadamu demi 

penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 

Beritakanlah /irman, siap sedialah baik 

atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa 

yang salah, tegorlah dan nasihatilah 

dengan segala kesabaran dan pengajaran. 

Karena akan datang waktunya, orang tidak 

dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi 

mereka akan mengumpulkan guru-guru 

menurut kehendaknya untuk memuaskan 

keinginan telinganya. Mereka akan 

memalingkan telinganya dari kebenaran 

dan membukanya bagi dongeng. Tetapi 

kuasailah dirimu dalam segala hal, 

sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan 

pemberita Injil dan tunaikanlah tugas 

pelayananmu! 

SIKAP TERHADAP ALKITAB 

Banyak orang memperlakukan firman Tu- 
han secara diskriminatif. Mereka sangatmem- 
perhatikan ayat-ayat Alkitab tertentu karena 
ayat-ayat tersebut sangat cocok dengan 
keadaan mereka, atau sangat sesuai dengan 
keinginan hati mereka, atau memihak mereka. 
Sikap demikian jelas bukan sikap mematuhi 
firman Tuhan melainkan memanfaatkan firman 
Tuhan untuk kepentingan diri sendiri. 

Ada juga orang Kristen yang bersikap 
diskriminatif terhadap firman Tuhan karena 
beda yang mengucapkan atau yang menulis- 
kannya. Perintah Tuhan Yesus yang ditulis 
oleh Rasul Matius disebut Amanat Agung 
(Mat.28: 19-20) dan sangat diperhatikan 
sementara perintah Tuhan yang disampaikan 
melalui Rasul Paulus sebagaimana nats kita di 
atas dianggap remeh. 



Jika kita melihat Alkitab sebagai sebuah 
kitab yang sumbernya satu, yaitu Allah 
Pencipta langit dan bumi, siapapun yang 
menjadi penulisnya tidak menjadi masalah 
karena mereka semuanya mendapatkan ilham 
dari Allah, maka sepatutnya kita menyikapi 
semua ayat Alkitab secara sama, artinya semu- 
anya adalah firman Allah yang perlu kita taati. 
Hanya dengan sikap demikianlah usaha 
exegesis terhadap ayat-ayat Alkitab berguna 
untuk dilakukan. 

OTORITAS PEMBERI PESAN 

Rasul Paulus mengharapkan sikap tunduk 
dan hormat dari Timotius atas pesan yang akan 
disampaikannya, sehingga Timotius dan semua 
murid Tuhan akan dengan sungguh-sungguh 
melaksanakan pesannya. Ungkapan di 
hadapan Allah dan Yesus Kristus adalah 
ungkapan yang sangat serius. Allah adalah 
pencipta langit dan bumi, dan Yesus Kristus 
adalah Juruselamat yang telah menyelamatkan 
kita. Mungkinkah ada murid yang berani 
membantah atau mengabaikan pesan yang 
disampaikan di hadapan Allah dan Yesus 
Kristus? 

B ahkan Rasul Paulus memberi penekanan 
yang lebih hebat lagi dengan menunjukkan 
kuasa Allah dan Yesus Kristus yang akan 
menghakmi orang hidup dan orang mati. Tidak 
ada seorang murid pun yang boleh mengelak 
dari tanggung jawab atas pesan yang 
disampaikan karena waktu kita masih hidup 
kita harus melaksanakannya dan nanti pada 
saat kita mati kita pun masih tetap akan 
dimintai tanggung jawab atasnya. Jadi, tidak 
ada satu murid pun yang boleh mengabaikan 
pesan yang disampaikannya kepada Timotius 
dan kepada setiap murid Kristus generasi 
berikut. 

Demi penyataanNya dan demi kera- 
jaanNya, menambah keseriusan pesan yang 



akan Paulus sampaikan. "Penyataan" itu 
artinya penyingkapan atau wahyu. Seba- 
gaimana Allah menyatakan banyak wahyu 
kepada Rasul Paulus, baik wahyu doktrinal 
maupun misi pemberitaan Injil hingga ke 
ujung bumi, termasuk kondisi pemberitaan 
Injil pada akhir zaman. Jadi, demi penyataan 
atau wahyu yang telah dinyatakan kepada 
Paulus tentang situasi pemberitaan Injil pada 
akhir zaman yang akan semakin sulit, dan 
demi kerajaan Yesus Kristus yang akan 
didirikan sesudah pemberitaan Injil berakhir, 
pesan berikut ini disampaikan. 

ISI PESAN 

(1) Beritakanlah firman, siap sedialah 
baik atau tidak baik waktunya. Firman apa 
yang harus diberitakan dalam segala waktu 
itu? Jawabnya adalah: berita tentang kese- 
lamatan bagi manusia melalui penebusan yang 
dilakukan Yesus Kristus. Manusia berdosa 
yang tadinya harus dihukum ke neraka ternyata 
mendapatkan kasih Allah sehingga Ia telah 
mengutus Yesus untuk dihukumkan 
menggantikan manusia. 

Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan 
manusia dari akibat dosa, yaitu mengambil alih 
hukuman yang harus ditanggung manusia. 





w. 


INTERNATIONAL TAILORS 






Jl. Radio Dalam Raya No. 2 C 

Telp. : (021)7232361 

Jakarla - Selatan 



Yesus Kristus telah melakukan tugas tersebut 
dengan menerima hukuman di atas kayu salib 
sebagai penjahat terbesar menggantikan 
manusia berdosa seisi dunia (Ibr.2:9). Setiap 
orang yang bertobat dan percaya bahwa 
Yesus telah menggantikannya di hukum 
dan ia kini sedang menggantikan Yesus 
hidup, mendapatkan kepastian masuk Sorga. 
Firman yang agung dan mulia inilah yang 
dipesankan oleh Tuhan melalui Rasul Paulus 
untuk diberitakan. Beserta dengan berita ini 
tentu termasuk semua pengajaran doktrinal 
yang merupakan pengajaran harmonisasi dari 
Injil Keselamatan. Setelah seseorang dise- 
lamatkan, tentu ia harus melanjutkan hidupnya 
sesuai dengan Alkitab, bukan sesuai dengan 
mimpi, atau nubuatan kontemporer. Firman 
tertulis yang telah dikanonkan dalam Alkitab 
telah final sehingga tidak ada nubuatan yang 



datang dari Tuhan lagi sesudah Wahyu 22:21. 
Ketika seseorang diselamatkan Injil, ia juga 
diperintahkan untuk berjemaat, sehingga ia 
harus mengenal jemaat yang sesuai dan yang 
tidak sesuai dengan Alkitab, karena kini 
sesungguhnya terdapat banyak jemaat iblis 
(Wah.2:9,3:9). 

Gereja yang memberitakan Injil yang 
benar adalah jemaat dari Allah yang hidup, 
tiang penopang dan dasar kebenaran (I 
Tim.3:15). Sebaliknya gereja yang 
memberitakan Injil yang salah adalah wadah 
penyesatan, bukan jemaat Allah melainkan 
jemaat iblis (Wah.2:9, 3:9). Berhubung 
keberadaan jemaat iblis itu sangat memba- 
hayakan manusia, karena akan meneng- 
gelamkan manusia ke neraka, maka Tuhan 
menghendaki murid-muridNya dengan gagah 
berani menyatakan apa yang salah. Kalau tidak 
ada orang yang berani menyatakan apa yang 
salah, maka kelestarian bahkan pertumbuhan 
jemaat iblis akan semakin pesat, dan tentu 
akibatkan semakin banyak orang disesatkan. 

(2) Nyatakanlah apa yang salah. Orang 
Kristen yang diselamatkan, belum segera 
dibawa ke Sorga tetapi harus bersaksi kepada 
manusia di dunia ini tentang Injil Keselamatan 
yang telah menyelamatkannya. Sehubungan 
dengan tugas ini maka ia perlu memahami Injil 
bukan sekedar untuk diimani melainkan 
hinggatahap sanggup menjelaskannyakepada 
orang lain. Dan juga karena diperintahkan 
untuk berjemaat, maka ia harus tahu dan turut 
bertanggung jawab atas jemaat dimana ia 
menjadi bagian sehubungan dengan seluruh 
pengajarannya. Setiap hal negatif yang terjadi 
dalam jemaat akan dituntut Tuhan pada setiap 
anggotanya dan sebaliknya setiap hal positif 
yang dilakukan jemaat akan dipuji atau 
dihadiahi Tuhan pada setiap anggotanya. 

Tuhan menghendaki murid-muridNya 
dengan gagah berani menyatakan kebenaran 
dan tentu juga menyatakan segala kesesatan 
atau kesalahan. Sebelum dunia mengenal 
kebebasan pers, Tuhan telah memprakarsai 
kebebasan pers melalui Rasul Paulus bahwa 
orang Kristen harus menjadi pelopor kebe- 
basan pers. Siapakah dalam sebuah negara 
demokrasi yang menghendaki pers hanya 
menulis semua positif dan kebaikan aparat 
pemerintah namun menyembunyikan kesa- 
lahan dan keburukan mereka? Tentu para 
koruptor akan sangat senang dengan pem- 
bungkaman pers agar semua "boroknya" tidak 
terungkap kepada publik. 

Ketika Tuhan berpesan agar murid-murid- 
Nya menyatakan apa yang salah, di 
dalamnya terkandung sebuah niat yang luhur 



sebagaimana niat kebebasan mengemukakan 
pendapat atau kebebasan pers di sebuah ne- 
gara demokrasi yang bertujuan agar tidak ada 
orang yang dapat menyembunyikan kebu- 
rukan. Tuhan menghendaki agar ada kebe- 
basan mengemukakan pendapat atau bahkan 
ada perdebatan doktrinal agar kebenaran 
berkumandang sejajar dengan kemampuan 
pikiran manusia beserta kecintaan hatinya 
akan kebenaran. Seandainya kebenaran yang 
kalah sebagai konsekuensi kebebasan menge- 
mukakan pendapat, maka itu apa boleh buat, 
paling-paling itu menandakan mayoritas 
manusia zaman itu tidak berpikir dengan baik 
atau tidak cinta kebenaran. Artinya jika oleh 
kebebasan mengemukakan pendapat, ternyata 
kebenaran dikalahkan, maka itu adalah resiko 
bagi pembela kebenaran. Namun kekalahan ini 
terhormat dan puas karena kemenangan di 
dunia adalah sementara sampai kita meng- 
hadap Sang Pencipta. 

Sebagaimana di negara demokratis rakyat 
tidak menghendaki pengekangan kebebasan 
berpendapat, lebih lagi Tuhan, Sang Pencipta 
akal budi manusia, tidak menghendaki adanya 
pengekangan kebebasan pemakaian akal budi 
yang diciptakanNya. Tuhan menghendaki agar 
tiap-tiap orang bebas menyatakan sesuatu yang 
dinilainya benar dan salah. 

Lalu bagaimana dengan firman yang 
mengatakan "jangan kamu menghakimi, supa- 
ya kamu tidak dihakimi. Karena dengan 
penghakiman yang kamu pakai untuk meng- 
hakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang 
kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan 
kepadamu (Mat.7:l-2). Kalau pembaca 
memperhatikan ayat tersebut di atas, sama 
sekali tidak dilarang untuk menghakimi, 
melainkan yang menghakimi harus siap diha- 
kimi dengan ukuran yang sama. Kalimatnya, 
"jangan kamu menghakimi, supaya kamu 
tidak dihakimi." Ayat ini tidak bertentangan 
dengan perintah nyatakan apa yang salah, 
karena siapa yang berani menyatakan orang 
lain salah harus siap dikonfirmasi atau diadu 
berargumentasi, atau dinyatakan salah juga 
oleh orang lain. Ingat, dalam hal benar-salah 
cara mendapatkannya bukan dengan adu otot, 
melainkan adu argumentasi. Kalau seseorang 
siap diukur dengan ukuran yang sama, silakan 
ia melakukan pengukuran. Dan kalau tidak 
mau diukur orang lain, atau dihakimi orang 
lain, ya jangan menghakimi. Dengan kata lain, 
setiap orang yang berani menyatakan orang 
lain salah, adalah orang yang siap berargu- 
mentasi atau siap dinyatakan salah oleh orang 
lain. 

Iblis menghembuskan konsep yang aneh 
dan mendorong sikap yang aneh di kalangan 



orang Kristen. Konsep dan sikap aneh ini 
dibutuhkan iblis sebelum ia mengirim para 
penyesatnya. Konsep bahwa tidak boleh me- 
ngatakan orang lain salah adalah pra-kondisi 
yang sangat dibutuhkan oleh penyesat agar 
pengajaran sesatnya tidak diutak-atik atau 
tidak dinyatakan salah oleh pengajar kebe- 
naran. Camkanlah, dan renungkanlah! Penga- 
jaran sesat akan sangat gampang ditekel jika 
konsep demikian dihilangkan dari kepala 
orang Kristen. Orang Kristen yang kritis tidak 
gampang disesatkan. Yang gampang dise- 
satkan hanyalah mereka yang bodoh dan yang 
malas berpikir. 

Salah menafsirkan Matius 7:1 tersebut di 
atas telah menciptakan kondisi subur bagi 
penyesatan. Padahal Tuhan dalam ayat 
tersebut berbicara tentang penghakiman atas 
perkara subyektif, misalnya menilai orang 
cantik atau jelek, baik hati atau jahat, kasih 
atau benci, bukan menghakimi hal yang 
bersifat doktrinal. Kita tidak bisa menilai 
seseorang tentang kasih, karena bagi yang 
seorang ia kurang kasih, tetapi yang lain ia 
sangat kasih. Kalau kita mencoba menilai 
orang atas perkara yang subyektif, maka 
bersiap-siaplah dinilai kembali dengan ukuran 
yang sama. 

Bahkan terhadap kesalahan perbuatan, 
Tuhan memberi kita prosedur dalam me- 
nyatakan apa yang salah dalam Mat. 18:15-17). 
Pertama kita nyatakan secara empat mata, dan 
kemudian membawa beberapa teman, dan 
terakhir sampaikan perkara tersebut kepada 
jemaat, dan finalnya adalah diusir dari jemaat. 

Tetapi khusus hal-hal yang bersifat dok- 
trinal, sebagaimana kita memberitakan kebe- 
naran kepada publik demikian juga kita harus 
membongkar ketidakbenaran kepada publik, 
tentu harus lengkap dengan alasan-alasan atau 
argumentasi-argumentasi, atau bukti-bukti. 
Pers memiliki kebebasan di era demokrasi, 
tetapi tentu tidak boleh memfitnah. Ketika pers 
menyingkap perbuatan korupsi aparat, ia harus 
memiliki bukti. Kalau dalam hal doktrinal, 
ketika seseorang berani menyatakan gereja 
lain salah, dan kalau yang menjadi patokan 
rujukan adalah Alkitab, maka yang 
bersangkutan harus menunjukkan ayatnya. 

Tegorlah Dan Nasehatilah Dengan 
Segala Kesabaran Dan Pengajaran. 

Menegor orang atas kesalahannya baik 
doktrinal maupun tindakan bukanlah hal yang 
gampang dilakukan. Fakta juga memberita- 
hukan bahwa tidak ada orang yang suka 
ditegor maupun dinasehati. S ama seperti tugas 
menyatakan apa yang salah, yang juga sulit 
diterima oleh orang yang dinyatakan kesalah- 



annya, maka demikian juga dengan tugas tegor 
serta nasehat ini yang kalau bisa dihindari 
pasti akan dihindari oleh murid-murid Tuhan. 
Namun jika setiap murid menghindari tugas 
ini, maka yang bersukacita adalah iblis beserta 
antek-anteknya. Suasana subur bagi mereka 
untuk menyesatkan secara doktrinal maupun 
merangsang kekacauan moral di antara murid 
Tuhan akan semakin meningkat. 

Itulah sebabnya dalam pesan yang sangat 
serius ini dipesankan agar ada murid yang rela 
dibenci, bahkan rela dimusuhi, demi 
menegakkan kebenaran, mau dengan penuh 
kesabaran menegor dan menasehati. Bahkan 
bukan hanya perlu penuh kesabaran, melain- 
kan juga perlu dengan pengajaran. Ketika kita 
menegor kesalahan seseorang, adalah 
tanggung jawab penegor untuk memberikan 
pengajaran kebenaran. Tidak etis untuk me- 
nyatakan seseorang salah tanpa menjelaskan 
yang benar kepadanya. 

STT GRAPHE telah menyelenggarakan 
seminar doktrinal lebih dari 30 kali. Dalam 
seminar-seminar tersebut Dr. Liauw dengan 
tegas menyatakan pengajaran-pengajaran yang 
salah dan dengan gamblang menjelaskan 
kebenaran alkitabiah. Setiap yang hadir diberi 
kesempatan untuk bertanya hingga sepuas- 
puasnya, bahkan sering melayani penanya 
lewat internet. Berani menyatakan apa yang 
salah, dan mampu menjelaskan apa yang 
benar. Harapan pencinta kebenaran ialah, 
dengan berbuat demikian maka kebenaran 
akan semakin bertumbuh dan kesesatan akan 
semakin layu. 

Manusia Akan Mencintai Dusta 

Paulus menubuatkan bahwa akan tiba saat 
dimana manusia tidak suka kebenaran. 
Mungkin karena kesesatan telah menjadi 
mayoritas sehingga memiliki kuasa duniawi, 
atau mungkin manusia telah terlalu bejat 
sehingga tidak nyaman dengan pemaparan 
kebenaran, tetapi yang jelas iblis tidak suka 
akan kebenaran dan akan memakai siapa saja 
yang tidak waspada dan dengan cara apa saja 
untuk membungkam kebenaran. 

Manusia akan memalingkan telinganya 
dari kebenaran dan membukakannya untuk 
dongeng. Gereja yang membiasakan tradisi 
tukar mimbar untuk mengakomodasi anggota 
jemaat tanpa lahir baru yang ingin gonta-ganti 
pengkhotbah dengan alasan bosan adalah fakta 
penggenapan nubuat Rasul Paulus. Yang 
diinginkan oleh orang Kristen demikian tentu 
bukan kebenaran melainkan cerita lucu, 
dongeng nenek tua, yang membuat mereka 
tertawa terpingkal-pingkal. Sementara itu 
orang yang mengajarkan kebenaran apalagi 



menegur anggota-anggota jemaat yang 
berdosa, akan dikritik habis-habisan. Tentu 
tidak mengritik khotbahnya yang keras, tetapi 
biasanya mencari hal-hal lainnya sebagai entry 
pom^untukmembungkampengajarannyayang 
tegas. 



Restoran 



sukka 



The noodle factory 



SCBD Lot 8 (KTS) Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 
Jak-Sel 12190 T. 5289 7077 F. 5289 7088 



Kuasai Diri & Beritakan Injil 

Tetapi bagi pencinta kebenaran, dan 
pelayan-pelayan kebenaran, tentu tidak boleh 
goyah dan sempoyongan, melainkan harus 
tetap dalam kondisi menguasai diri. Mengu- 
asai diri adalah tanda kemenangan sedangkan 
panik dan apalagi ngamuk adalah bukti keka- 
lahan. 

Sabar menderita adalah modal untuk 
peperangan jangka panjang. Pengajaran 
kebenaran harus memiliki cukup stock 
kesabaran dalam penderitaan, kalau tidak akan 
sulit untuk bertahan dalam jangka waktu yang 
panjang. 

Lakukan pekerjaan pemberita Injil karena 
jika orang berdosa bertobat dan lahir baru, 
maka ia akan mencintai kebenaran. Hanya 
sekedar Kristen, tanpa lahir baru, hanya akan 
menciptakan orang "Kristen aneh," yaitu yang 
tangannya memegang Alkitab namun 
menentang orang yang mengajarkan Alkitab, 
tanpa mampu berargumentasi. 

Tentu sebagai murid kita patut dengan 
setia menunaikan tugas pelayanan yang telah 
dibebankan ke pundak kita. Apapun tanggung 
jawab kita, atau bidang dimana kita ditem- 
patkan, Tuhan harapkan agar kita setia menu- 
naikan tugas pelayanan kita.*** 



Sekeloh Mgi Hk 




Disadur oleh: Hasan Karman, S.H.,M.M. 

Latar Belakang 

Sekolah Theologi Fuller (Fuller Theo- 
logical Seminary), selanjutnya kita sebut 
Fuller, mempunyai pengaruh yang sangat 
besar. Ketika didirikan tahun 1947 mereka 
meyakini Alkitab adalah sempurna (infall- 
ibly), tiada salah (inerrantly), verbal, dan 
merupakan inspirasi penuh (plenary 
inspired), namun dalam waktu singkat 
semua itu sudah ditinggalkan. Fuller segera 
berkembang menjadi Injili Baru yang 
kompromistis, menerima 
doktrin yang netral, 
positivisme, dan menga- 
gungkan intelektual. 

Pimpinannya yang 
pertama, Harold John 
Ockenga, mengklaim 
sebagai penemu istilah 
"New Evangelicalism" 
(Injili Baru) dalam sebuah 
pertemuan seminari tersebut 
pada 1948. Ockenga 
menyatakan bahwa Injili 
Baru "berbeda dengan 
mndamentalisme yang me- 
nolak separatisme." 
Sebenarnya, menolak "separatisme" sama 
artinya dengan menolak Alkitab! 

Pimpinan Fuller yang sekarang, Richard 
Mouw mengatakan: "Sejak awal, sekolah 
menghindari separatisme dan dispensasio- 
nalisme yang menyertai mndamentalisme 
1940-an, dan menerima sikap yang lebih da- 
mai" (Christianity Today, 6 Oktober 1997). 

Karena sejak didirikan sudah menolak 
separasi alkitabiah, tetapi menerima filosofi 
dialog dan penyusupan yang tidak 
alkitabiah, tidak heran jika Fuller segera 
terjangkit keduniawian dan kefasikan. 

Pada 1955, Fuller mendukung Alkitab 
liberal versi RSV (Revised Standard 
Version) yang menggantikan kata "anak 
dara/perawan" dengan "perempuan muda" 
dalam nubuatan mengenai Mesias di dalam 
Yes. 7:14. Semua orang yang terlibat dalam 
penerjemahan RSV adalah kaum liberal. 
Berikut adalah kutipan pernyataan mereka. 
Walter Russell Bowie menulis, "Mazmur- 
mazmur yang tak bercela dan ucapan- 
ucapan sejenisnya mencerminkan Tuhan 



BELLAMA CATERING 




yang telah mati 

dan harus mati dan tidak pernah hidup 
kecuali dalam khayalan yang mustahil" 
(Bowie, "Where You Find God", hal. 25). 
William Foxwell Albright menulis, "Injil 
Yohanes jelas tidak bisa ditempatkan 
sebagai sumber sejarah setaraf dengan Injil- 
injil sinoptik"(Albright, u From the Stone 
Age to Christianity", Baltimore: John 
Hopkins Press, 1957). Millar Burrows 
menulis, "Kita tidak boleh menggunakan 
Alkitab secara utuh dan setiap 
pernyataannya sebagai otoritas illahi untuk 
apa yang kita yakini 
dan kita lakukan" 
(Burrows, "Outline of 
Biblical Theology"). 
Henry Cadbury menulis , 
"Yesus Kristus 
cenderung menjadi 
pernyataan yang 
dilebih-lebihkan, dalam 
hal ini, Ia bukan 
seorang pribadi yang 
istimewa, melainkan 
sebuah karakteristik 
orang timur" (Cadbury, 
"Jesus, What Manner of 
Man?"). Clarence Craig 
menulis, "Sekedar fakta bahwa sebuah 
kuburan ditemukan 
dalam keadaan kosong 
bisa diberikan berbagai 
penjelasan. Penjelasan 
paling akhir yang bisa 
diyakini orang modern 
adalah penjelasan 
mengenai kebangkitan 
tubuh secara fisik... 
Paulus bukan sedang 
bicara mengenai suatu 
kejadian yang bisa 
direkam oleh para saksi 
mata, melainkan 
mengenai suatu kejadian di dalam persepsi 
dunia rohani... Ia bukan untuk dipamerkan 
dengan merujuk kepada kubur yang kosong 
itu. Ia merupakan sebuah pengumuman 
yang harus merujuk kepada iman religius" 
(Craig, "The Beginning of Christianity" , 
hal. 135-136). Edgar Goodspeed menulis, 
"Yesus...secara keseluruhan sama sekali 
jauh dari gambaran Perjanjian Lama sebagai 



J. Pulo Gerbang Permai H2/6 
Telp.4808086 HP 0816 1991769 



XlN TebWK^ 
Jl. Bendungan Jago Raya 
RT 05/03 No.38 - Jak-Pus 
Telp. 021-9111151-70967926 
HP 0818 608166 /0^7 

Service Segala 
Macam Electronik 



seorang Yahudi yang sesungguhnya pada 
zamanNya" (Goodspeed, "The Formation of 
the New Testament", 1926, hal. 7). 
Goodspeed mengklaim bahwa Kitab 
Kejadian berisikan "dongeng dan legenda 
Babilonia serta cerita populer Kanaan" 
(Goodspeed, "The Story of the Old 
Testament" , 1934, hal. 107). Didalambuku 
karya David Cloud, "ForLove ofthe Bible", 
ia memaparkan kutipan-kutipan dari 
berbagai penerjemah RSV lainnya yang 
menyesatkan dan menghujat, misalnya 
James Moffatt dan Willard Sperry. 
Dukungan Fuller terhadap RSV merupakan 
bukti yang tak bisa disangkal bahwa sekolah 
tersebut telah berada di pihak yang salah 
dalam peperangan kebenaran yang telah 
berusia tua ini. 

Mengubah Pernyataan Doktrin 

Pada tahun 1976, Harold Lindsell, yang 
melayani sebagai dosen dan wakil pimpinan 
Fuller, mengangkat suara menentang kese- 
satan Fuller. Dalam bukunya, "The Battle 
for the Bible", Lindsell menyediakan satu 
bab penuh untuk membahas "Kasus Aneh di 
Sekolah Theologi Fuller" ("The Strange 
Case ofFuller Theological Seminary"). Da- 
lam bukunya memang Lindsell tidak menye- 
butkan secara tajam akar 
kesalahan Fuller, yakni 
penolakan atas separasi 
alkitabiah, diajugatidak 
menyerukan agar kaum 
injili itu untuk 
memisahkan diri 
(separasi) dari kesesatan 
Fuller, namun ia 
memang mencatat hasil 
akhir dari kesalahan 
Fuller. Ia menyatakan: 
"Pada atau sekitar tahun 
1962, sangat nyata 
bahwa ada beberapa yang sudah tidak lagi 
meyakini inerrancy Alkitab, di antaranya 
adalah para staf pengajar dan dewan" 
(Lindsell, "Battle for the Bible" ', hal 108). 
Lindsell menyebutkan banyak nama dari 
anggota staff pengajar dan dewan tersebut, 
yakni: C. Davis Weyerhaeuswer, Daniel P. 
Fuller (putera pendiri Fuller), Calvin 
Schoonhoven, David Hubbard (yang 
menjadi pimpinan sekolah tersebut), James 



D 



Daane, dan George Ladd. Pada awal 1970- 
an, Fuller mengubah pernyataan 
doktrinalnya agar lebih tepat mencerminkan 
posisi yang diyakini oleh para staf pengajar. 
Pernyataan orisinilnya 
mengenai Alkitab 
adalah "diinspirasikan 
penuh dan bebas dari 
segala kesalahan, baik 
secara keseluruhan 
maupun dalam bagian- 
bagiannya... (dan 
merupakan) satu-satu- 
nya standar iman dan praktek yang semp- 
urna". Pernyataan yang baru menghapuskan 
kata-kata "bebas dari segala kesalahan, baik 
secara keseluruhan maupun dalam bagian- 
bagiannya". Hal ini memberi ruang bagi 
para bidat yang percaya bahwa Alkitab ada 
kesalahan dalam hal-hal mengenai "sains" 
(ilmu pengetahuan) dan sejarah. Para injili 
liberal banyak yang berusaha membuat 
perbedaan antarapengertian "Alkitab adalah 
sempurna" dan "Alkitab tidak ada salah", 
dengan mengatakan bah wa Alkitab memang 
sempurna, namun bukan tidak ada 
kesalahannya. Ini merupakan omong-kosong 
akademis. Jika Alkitab itu sempurna, maka 
ia tidak ada kesalahannya, dan itulah yang 
diajarkan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul. 
Yesus mengatakan "Kitab Suci tidak dapat 
dibatalkan" (Yoh. 10: 35). 

Perubahan itu disahkan ketika Daniel 
Fuller kembali dari Eropa, dimana ia 
berguru pada theolog neo-orthodoks, Karl 
Barth. Ia menerima pandangan neo- 
orthodoks, bahwa Alkitab hanya 
diinspirasikan dalam hal-hal mengenai 
kerohanian, tetapi tidak mengenai ilmu 
pengetahuan dan sejarah. Ketika Daniel 
Fuller terpilih sebagai pimpinan Fuller pada 
1963, kecenderungan menjadi liberalisme 
theologis semakin meningkat. Sejak saat itu, 
Fuller dari buruk menjadi lebihparah. Sam- 
pai saat ini sangat diragukan apakah sekolah 
ini masih terdapat dosen yang meyakini 
Alkitab adalah inerrant, diinspirasikan 
secara verbal tanpa salah, baik secara 
keseluruhan maupun dalam bagian- 
bagiannya. Fuller terlalu mengagungkan 
keilmuan dan sangat dimabukkan oleh 
modernisme. 

Paul KingJ ewett 

Paul K. Jewett adalah dosen Theologi 
Sistematik di Fuller. Pada tahun 1975 ia 
menerbitkan buku "Man as Male and 
Female ." Kata Pengantarnya ditulis oleh 
Yirginia Mollenkott, ketua Departemen 



iO^AT 0?OTOA_ ScrViCC 

Jl. Gading Serpong Selatan 
Blok AH 10No.26 Telp.5471985 

uD D qkA ^omuD r^DDDDDDDD 

Kebaktian, Minggu, jam 09.00 




Bahasa Inggris di William Paterson College, 
New Jersey. Mollenkott adalah seorang 
lesbian yang aktif di kalangan feminis pro- 
aborsi yang paling radikal. Tahun 1978, 
bersama dengan 
Letha Scanzoni, ia 
menulis buku 
berjudul "Zs the 
Homosexual My 
N e i ghbor? 
d i m a n a i a 
menyerukan non- 
diskriminasi 
terhadap homoseks. Bukunya membela bah- 
wa catatan mengenai Sodom di dalam Keja- 
dian bukan mengajarkan kejahatan 
homoseksual, melainkan kejahatan 
kekerasan pemerkosaan dan 
ketidakramahan gang terhadap orang asing. 
Buku itu juga mengklaim bahwa "pemikiran 
mengenai orientasi homoseks seumur hidup 
atau 'keadaan' tidak pernah disebutkan 
dalam Alkitab" (hal. 71), dan bahwa Roma 
1 tidak bisa "diterapkan kepada orang 
Kristen homoseks yang tulus" (hal. 62). 
Pada bulan Juni 1991, terbitan bulanan 
Episkopal yang berjudul "The Witness", 
Molletkott bersaksi, "Lesbianisme saya 
senantiasa adalah bagian dari hidup saya... 
Saya berusaha menjadi heteroseks. Meni- 
kahlah saya. Namun akhirnya saya 
menyadari bahwa Tuhan menciptakan saya 
apa adanya, dan itulah makna hidup itu." 
Dalam bukunya pada tahun 1994, "The 
Divine Feminine: The Biblical Imagery of 
God as Female/' Mollenkott menyebut 
Allah dengan "Bunda Esa kita semua" (hal. 
19) dan mengajukan bahwa berdoa boleh 
ditujukan kepada "Bapa/Bunda yang ada di 
Surga"(hal. 116). 

Di dalam buku "Man as Male and 
Female'\ Paul Jewett mengakui bahwa ia 
terpengaruh oleh kritikismebiblikal modern 
dan mengklaim bah wa Alkitab mengandung 
kesalahan karena ditulis oleh manusia: 
"Penelitian historis dan kritis terhadap 
dokumentasi biblikal telah mendorong 
gereja untuk meninggalkan kesederhanaan 
pandangan keillahian Kitab Suci [doktrin 
tradisional bahwa Alkitab adalah Firman 
Tuhan yang tanpa salah] dan 
memperhitungkan kompleksitas pada 
tingkat proses historis manusia, dimana 
dokumentasi itu dihasilkan. Malahan 
pernyataan sederhana itu, yang secara 
esensial benar, bahwa Alkitab adalah sebuah 
kitab illahi, kami kini merasa lebih jelas 
daripada di masa lalu, bahwa Alkitab adalah 
sebuah kitabyang illahi/manusiawi. Sebagai 



kitab illahi, ia memancarkan terang 
pewahyuan; sebagai kitabmanusiawi, terang 
pewahyuan ini menerangi dan menembus 
'cermin yang gelap' (1 Kor. 13: 12) dari 
'bejana tanah liat' (2 Kor. 4: 7), yang 
merupakan para penulis isinya pada tingkat 
manusia" (Jewett, "Man as Male and 
Female ", hal. 135). Jewett keliru. Tuhan 
Yesus lebih tahu tentang Kitab Suci 
daripada para pengkritik teks modern, dan 
Ia tidak pernah mengisyaratkan bahwa ada 
kesalahan di dalamnya. Dengan jelas ia me- 
nyatakan, bahwa "Kitab Suci tidak dapat 
dibatalkan" (Yoh. 10: 35) dan "satu iota 
atau satu titikpun tidak akan ditiadakan" 
(Mat. 5: 18). Ketika rasul Paulus 
menyatakan bahwa "Segala tulisan yang 
diilhamkan Allah" (2 Tim. 3: 16), jelas ia 
mengetahui bahwa ada unsur manusia di 
dalam Kitab Suci, namun ia mengetahui 
bahwa Allah mengendalikan para penulis 
Kitab Suci sedemikian rupa, sehingga 
hasilnya merupakan Firman Allah yang 
tiada salah. Doktrin Alkitab apapun yang 
tidak sesuai dengan ajaran Kristus dan para 
rasul adalah bidat. 

Sebenarnya masih banyak staf pengajar 
Fuller yang bisa diajukan kesalahan doktrin- 
nya, misalnya Charles Scalise, yang meru- 
pakan associate professor Sejarah Gereja 
dan Direktur Akademik Fuller untuk Pro- 
gram M. Div. di Seatlle. Keterbatasan ruang 
ini membuat kita tidak bisa berpanjang 
lebar. 

Fakta-fakta Lainnya 

Untuk menyebutkan beberapa fakta lain, 
penulis memilihkan beberapa contoh me- 
nyangkut angin pluralisme dan ekumenisme 
yang sudah melenakan Fuller sebagai 
berikut: 

Pada Januari 1997, Fuller menyeleng- 
garakan sebuah seminar dua-hari yang me- 
ngupas theologi pluralisme. Seminar itu 
menampilkan Donald Theimann, dekan 
Harvard Divinity School yang radikal- 
liberal, dan Rabi A. James Rudin, yang 
sama-sama setuju bahwa "tidak satu pun 
agama yang memiliki monopoli atas kebe- 
naran Allah" (Foundation Magazine, Jan- 
Feb, 1997). 

Berikut adalah laporan langsung dari 
seorang gembala yang mengunjungi Fuller 
pada tahun 1999: "Saya dan isteri saya me- 
ngunjungi Fuller Theological Seminary 
tanggal 27 Juli 1999. Kami mengikuti 
sebuah kelas yang diajar oleh Dr. John 
Goldingay dari Sekolah Theologi itu. Dr. 
Goldingay memiliki reputasi yang sangat 



hebat dalam kuliah itu dan merupakan salah 
satu dosen yang paling populer di kampus 
tersebut. Ia mengajarkan bahwa tidak 
ditemukan bukti arkeologis adanya kota 
Yerikho atau temboknya yang runtuh. 
Dengan merujuk kepada catatan Alkitab ia 
mengatakan 'Mungkin ini merupakan 
sebuah perumpamaan.' Ini membuktikan 
bahwa ketidakpercayaan dan penyangkalan 
terhadap Kitab Suci kini hidup dan tumbuh 
subur di kampus Fuller. Kitab Ibrani 11: 30 
mengatakan, "Karena iman maka runtuhlah 
tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu 
dikelilingi tujuh hari lamanya." Alkitab 
tidak pernah salah, sebaliknya Dr. John 
Goldingay yang salah" (Dr. Arthur B. Houk, 
Hayden, Colorado, houk@ springsips.com ). 
Pada Januari 2001, sebuah yayasan 
ekumenis bernama The Foundation for a 
Conference on Faith and Order di Amerika 
Utara didirikan di Princenton Theological 
Seminary. Para anggota dewan eksekutimya 
termasuk Uskup Agung Katolik William 
Keeler, Uskup Agung Orthodoks Yunani 
Dimitrios, dan Pimpinan Fuller Richard 
Mouw. Yayasan itu sepakat untuk melong- 
garkan batas-batas mereka dan memasukkan 
"mitra-mitra baru dalam usaha ekumenis 
itu." 

Pada tahun 2001, Gereja Presbyterian 
USA (PCUSA) yang liberal memilih mantan 
dosen Fuller, Jack Rogers, sebagai mode- 
rator. Dalam pertemuan yang sama, PCUSA 
mencabut larangan untuk menahbiskan 
hamba Tuhan homoseksual. Harold 
Ockenga mengatakan bahwa Injili Baru 
sepakat untuk memasuki denominasi- 
denominasi liberal, bukan melakukan 
separasi dari mereka. Kita bisa melihat buah 
yang dihasilkannya! Rogers menolak 
historisitas Kejadian 1-3. 

Peringatan Bagi Fundamentalis 

Ketergelinciran Fuller yang cepat ke 
dalam kesesatan merupakan peringatan 
keras bagi mndamentalis masa kini. Ketika 
Fuller didirikan pada tahun 1940-an, 
mereka merupakan sebuah institusi 
iundamentalis. Pendirinya, Charles E. Fuller 
dari "Old Pashioned Revival Hour" adalah 
seorang Fundamentalis, dan ia ingin 
mendirikan sebuah sekolah yang 
mempertahankan iman Perjanjian Baru. 
Harold Lindsell, yang merupakan salah satu 
dari empat anggota staf pengajar yang perta- 
ma dari sekolah itu berkata, "Sejak awal di- 
deklarasikan bahwa salah satu tujuan pokok 
pendirian seminari tersebut adalah bahwa 
seminari itu harus merupakan sebuah 



institusi apologetik... Disepakati sejak 
kelahiran sekolah itu, bahwa melalui 
kurikulum seminari itu, staf pengajar akan 
memberikan pertahanan theologis yang 
terbaik bagi infalibilitas dan inerrancy 
Alkitab." 

Seperti yang telah kita saksikan, tujuan 
ini segera ditinggalkan. Dengan 
mengabaikan separasi biblikal dan lebih 
fokus kepada keilmuan daripada iman yang 
sederhana kepada Firman Tuhan, sekolah 
menjadi tempat kerohanian yang campur- 
aduk, kompromistis dalam doktrinal dan 
penyesatan, bukanlah sebuah benteng 
kebenaran alkitabiah. 

Itulah yang akan terjadi terhadap setiap 
gereja dan sekolah fundamentalis masa kini 
yang menolak untuk menerapkan separasi. 
"Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi 
mengkhamiri seluruh adonan?" (1 Kor. 5; 6 
&Gal. 5:9) 

"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang 



buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 
Kor. 15: 33) 



Sumber : David Cloud, Way of Life Literature's 
Fundamental Baptist Information Service, 
fbis@wayoflife.org 




MENJAGA SJT GRAPHE BUKAN DARI SERANGAN LUAR, MELAINKAN 
PENYUSUP DARI DALAM 

Belajar dari sejarah sekolah theologi lain, yang pada awal didirikan 
memiliki tujuan yang sangat agung, dan juga pengajaran doktrin yang sangat 
tundamental konservatif, namun hanya dalam tempo yang sangat singkat 
berubah menjadi sekolah theologi liberal atau kharismatikal, maka segenap 
keluarga besar STT GRAPHE beserta seluruh pendukungnya harus sungguh- 
sungguh waspada. Sekali STT GRAPHE jatuh ke pimpinan yang tidak cinta 
kebenaran, maka pupuslah harapan kita akan sebuah institusi efektif yang 
memproduksi pelayanan Tuhan yang menyenangkan hati Tuhan. 

Sering kali pada awalnya seseorang terlihat sepertinya sangat mencintai 
kebenaran, misalnya berseru-seru di mimbar, bahkan mungkin hinggapemah 
mengajarkan kebenaran, namun kemudian kita mendengar bahwa ia telah 
membuang doktrin alkitabiah yang pernah dipegang dan ajarkannya, dengan 
mengkompromikan kebenaran untuk mencapai kesuksesan materi dan 
duniawi. 

Dari pengalaman yang masih sangat sedikit namun sudah cukup untuk 
menyadarkan pimpinan STT GRAPHE bahwa sebelum ada pembuktian 
melalui cobaan dan himpitan dalam suatu jangka waktu, janganlah terlalu 
cepat menyimpulkan bahwa seseorang benar-benar cinta kebenaran. 
Seseorang yang berani kelaparan demi kebenaran, belum tentu ia berani mati 
demi kebenaran. Seseorang yang kalau dibantu secara finansial akan tetap 
berdiri tegakdi atas kebenaran, namun kalau tidakdibantu lalu berkompromi 
adalah orang yang melayani perut bukan melayani Tuhan. Dan seseorang 
yang mengkompromikan kebenaran agar bisa diterima oleh berbagai 
kelompok, atau menjadi terkenal, atau bisa terlihat berhasil secara jasmani, 
materi dan duniawi adalah Demas abad modern. 

Seorang yang sungguh-sungguh cinta kebenaran adalah seorang yang 
siap kelaparan, bahkan siap mati demi kebenaran, yaitu yang memikul 
salibnya tiap-tiap hari sambil mengikut Tuhan. Sama sekali bukan berarti 
orang yang cinta kebenaran harus selalu hidup miskin dan menderita setiap 
saat. Jika ada berkat Tuhan yang alkitabiah, tentu boleh diterima dan 
disyukurkan. Tetapi jika tidak ada, ia tidak menukarkannya dengan kebenaran 
yang dimilikinya. Sebaliknya ia akan mempertahankan kebenaran dengan 
nyawanya. Jika kita mendengar kabar seseorang telah mengkompromikan 



Menilai & Tidak Bisa Dinilai 



Tetapl manusla rohani 

menilai segala sesuatu, tetapi ia 

sendiri tidak dinilai oleh orang 

lain . 

(IKor.2:15) 

Rasul Paulus mengajarkan suatu kebe- 
naran yang sangat inti dan mutakhir pada 
jemaat P.B. yang adalah campuran antara 
Yahudi dengan Helenis. Penempatan Roh 
Allah ke dalam diri manusia pada zaman P.L. 
hanya terjadi pada para nabi saja. Faktor inilah 
yang menyebabkan para nabi memiliki 
kemampuan supranatural; menubuatkan hal- 
hal di depan bahkan melihat hal-hal yang tidak 
terlihat oleh manusia biasa. Rasul Paulus 
memberitahukan jemaat Korintus bahwa pada 
zaman P.B. Allah menempatkan RohNya ke 
dalam diri setiap orang yang menerima Yesus 
Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya (I 
Kor.3:16). 

Ketika Roh Allah ditempatkan ke dalam 
diri manusia P.B. lahir baru, tidak berarti ia 
memiliki kemampuan nabi P.L., melainkan 
hanya menjadikannya milik Allah (Ef.l:13), 
serta memiliki kemampuan memahami hal-hal 
rohani. Rasul Paulus berkata, "tetapi manusia 
duniawi tidak menerima apa yang berasal dari 
Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu 
kebodohan; dan ia tidak dapat mema- 
haminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai 
secara rohani." Rasul Paulus mau mengatakan 
bahwa hanya orang rohani saja yang mengerti 
perkara rohani, sedangkan manusia duniawi 
hanya mengerti hal duniawi. 

Sementara itu setelah manusia duniawi 
menjadi manusia rohani, ia masih tetap memi- 
liki kemampuan duniawinya seperti membaca, 
berhitung, mengamati perkara politik, 
ekonomi, hukum, sosial dan lain sebagainya. 
Manusia rohani yang masih tinggal di dunia 
tetap menghidupi kehidupannya sebagaimana 
manusia duniawi seperti bersaing dalam per- 
dagangan, bersaing dalam kanca politik dan 
lain sebagainya. Manusia rohani tetap mela- 
kukan kegiatan belajar dalam berbagai bidang, 
mengolah otak yang diberikan Tuhan. Intinya, 
setelah seorang duniawi menjadi seorang 
rohani, kemampuan duniawinya tidak 
berkurang sedikit pun. Yang berubah pada 
manusia rohani sesungguhnya adalah 
pandangan hidupnya serta penambahan ke- 
mampuan menilai perkata-perkara rohani. 

Jadi, betapa canggihnya seorang manusia 
rohani yang juga sangat terpelajar secara 
duniawi. Secara duniawi ia sebanding atau 
bahkan lebih mampu dari para manusia duni- 
awi, sementara itu ia juga memiliki ke- 



mampuan rohani karena Roh Allah tinggal di 
dalam dirinya. Terlebih lagi jika ia mempela- 
jari perkara-perkara rohani yang alkitabiah 
maka kemampuan duniawi dan rohaninya akan 
melampaui baik manusia duniawi maupun 
rohani. 

Ketika manusia duniawi menjadi manusia 
rohani oleh berita Injil yang diterimanya, ia 
perlu mendapatkan pengajaran yang 
alkitabiah. Alkitab adalah dasar pemikiran 
manusia rohani, ia adalah tolok-ukur bagi ma- 
nusia rohani untuk menilai segala sesuatu. 
Prinsip-prinsip yang ditetapkan di dalam 
Alkitab plus pengolahan akal sehat adalah 
yang memampukan manusia rohani menilai 
segala sesuatu. Ketika seorang yang telah lahir 
baru dibesarkan atau dipupuk kerohaniannya 
dengan pengajaran doktrin yang tidak 
alkitabiah, maka ia tentu masih cakap menilai 
perkara-perkara dunia dengan akal sehatnya, 
namun tidak memiliki kemampuan menilai 
perkara rohani. Ia tentu lebih canggih sedikit 
daripada manusia duniawi karena ia memiliki 
Roh Allah karena ia telah lahir baru, tetapi 
tidak mampu mengukur secara doktrinal 
karena pengetahuan doktrinal kekristenannya 
tidak sesuai dengan Alkitab. Untuk menilai 
hal-hal doktrinal seorang manusia lahir baru 
mutlak memerlukan pengetahuan doktrinal 
yang alkitabiah. 

Pernah seorang dosen sebuah STT datang 
bersama beberapa orang ke ruang kerja 
penulis ingin mempresentasikan pemikiran- 
nya. Ketika ia memulai, ia berkata bahwa me- 
nurutnya para theolog dan termasuk dirinya, 
memahami hal rohani seperti orang buta yang 
berusaha mengenal gajah. Mendengar 
pernyataan awalnya, penulis langsung tak 
berminat mendengarkannya karena ternyata ia 
tidak memiliki sesuatu yang pasti menurut 
Alkitab, atau setidak-tidaknya sebuah pemi- 
kiran yang diyakininya berdasarkan Alkitab. 

Sikap kompromistis terhadap kebenaran 
mengikis kemampuan theolog menilai secara 
rohani. Penulis juga pernah bertemu dengan 
"hambaTuhan" yang sesungguhnyamenyadari 
bahwa pengajaran gerejanya tidak sesuai 
dengan Alkitab. Namun karena ia tidak sang- 
gup mengubah, dan juga tidak rela keluar dari 
gereja tersebut, akhirnya sikap kompro- 
mistisnya keluar dengan berkata bahwa salah 
sedikit tidak apa-apa, yang penting masih tetap 
memiliki hal yang paling pokok yaitu 
memberitakan Yesus. Sikap kompromistis ini 
sudah pasti akan menumpulkan kemampuan 
menilai perkara rohaninya. 

Sesungguhnya tentu kita jauh lebih bisa 



memaafkan orang yang salah yang tidak tahu 
dirinya salah daripada yang tahu dirinya salah 
namun oleh satu dan lain hal (materi, jasmani 
dan duniawi) tetap mempertahankan atau 
membiarkan kesalahan itu. Sikap demikian 
adalah sikap yang tidak menempatkan 
kebenaran di atas segala-galanya dan akan 
menggerogoti kepekaan seseorang terhadap 
kebenaran. Orang yang salah namun tidak tahu 
dirinya salah sangat mungkin akan membela 
kebenaran ketika ia menemukan kebenaran, 
sedangkan orang yang tahu kebenaran namun 
mengabaikannya sedang bersikap negatif ter- 
hadap kebenaran. 

Lalu bagaimanakah cara seorang yang 
telah lahir baru untuk mengetahui apakah ia 
sedang di dalam gereja yang alkitabiah? Sebe- 
narnya sangat gampang! Pertama, jangan 
menutup diri terhadap penjelasan, penguraian 
bahkan perdebatan doktrinal agar anda tahu 
dan yakin bahwa doktrin yang anda sedang 
percayai adalah doktrin yang kokoh kuat yang 
didasarkan pada Alkitab. Kebenaran yang 
tidak berani ditantang untuk diargumentasikan 
secara fair dan tanpa kekerasan, bukanlah 
kebenaran. Kedua, apakah doktrin yang anda 
percayai mendapat dukungan ayat-ayat Alkitab 
yang cukup? Apakah ada ayatyang menentang 
keyakinan anda? Contoh, Saksi Yehova tidak 
percaya bahwa Yesus itu Allah berdasarkan 
ayat-ayat I Kor.l5:23, Kol.l:15-16, tanpa 
mempedulikan ayat yang menyatakan bahwa 
Yesus Kristus adalah Allah (Yoh.l:l-12, I 
Yoh.5:20 dll.). Ciri khas ajaran sesat ialah 
mengutamakan ayat tertentu sambil 
mengabaikan ayat-ayat lain. Padahal kata 
sulung di situ yang dalam bahasa Yunaninya 
proto jelas bisa diartikan yang paling awal, 
dan tentu Allah sendirilah yang paling awal 
dari semua ciptaanNya. Ketiga, selaras 
dengan akal sehat. Doktrin yang alkitabiah 
bukan hanya harus didasarkan pada ayat-ayat 
Alkitab melainkan alur-pikirnya juga harus 
berjalan sistematis. Dalam rangkaian 
pelajaran theologi, pelajaran Sistematis 
Theologi adalah yang disebut pelajaran 
doktrin, bahkan juga disebut the prince of 
theology. 

Maukah pembaca menjadi penggenap 
firman yang disampaikan Rasul Paulus? 
Manusia rohani menilai segala sesuatu dan ia 
sendiri tidak dinilai karena manusia duniawi 
tidak sanggup menilainya, atau pasti akan 
salah menilainya. Jadilah manusia rohani! 



Selamat Jalan Drs, Agus Lay 



Jumat, 8 Oktober 2004, penulis dikejut- 
kan oleh berita tentang dipanggilnya Bapak 
Agus Lay oleh Bapa di Sorga untuk menerima 
hadiah yang telah disiapkanNya baginya. 
Penulis sangat menghargai pelayanan dan 
segala jerih lelah beliau dalam memberitakan 
Injil. Sangat sedikit pelayan Tuhan di 
Indonesia yang sedemikian serius dalam 
melayani Tuhan hingga akhir hayat seperti 
Bapak Agus Lay. 

Sebagaimana biasa, acara diisi oleh 
berbagai kata sambutan. Di antara berbagai 
kata sambutan yang disampaikan, yang paling 
menarik hati penulis ialah yang disampaikan 
oleh Bapak Stephen Tong. Mungkin karena 
penulis sedang dalam suasana menulis Pedang 
Roh dengan judul utama Nyatakan Apa Yang 
Salah, sehinggakatasambutanBapakStephen 
Tong sangat mengena di hati penulis. 

Dr. Stephen Tong dengan lantang me- 
ngritik berbagai pihak dalam kata sambutan- 
nya antara lain orang-orang kaya yang tidak 
sungguh-sungguh mempersembahkan materi 
mereka untuk pelayanan. Orang seperti Drs. 
Agus Lay telah mempersembahkan seluruh 
hidupnya untuk melayani Tuhan sementara itu 
orang-orang kaya mempersembahkan hanya 
sebagian kecil dari berkat materi yang mereka 
terima, yang sangat sedikit jika dibandingkan 
dengan yang mereka pakai untuk 
menyenangkan keluarga mereka. 

Kemudian beliau juga mengecam gereja- 
gereja yang tidak bermngsi dengan baik. 
Hadirnya LPMI (Campus Crusadefor Christ) 
yang notabene adaiahparachurch adalahbukti 
kegagalan gereja demikian kata beliau. Tentu 
penulis sangat setuju dengan pernyataan beliau 
yang satu ini karena sesuai dengan konsep 
gereja lokal yang kita yakini. 

Sesungguhnya sedikit sekali theolog yang 
memahami Doktrin Gereja (Ecclesiology) 
yang alkitabiah. Faktor penyebabnya adalah 
baik Luther, Calvin, beserta teman-teman 
mereka tidak mereformasi sistem gereja 
katolik melainkan hanya mereformasi aspek 
soteriologi, bibliology dan lain sebagainya. 
Mereka tidak memahami hal yang paling 
dasar, yaitu perbedaan antara konsep tubuh 
Kristus itu satu jemaat lokal, dengan tubuh 
Kristus itu terdiri dari orang Kristen seluruh 
dunia (universal). Mempercayai tubuh Kristus 
itu terdiri dari satu jemaat lokal atau terdiri 
dari orang Kristen seluruh dunia adalah dua 



8 



hal yang sangat berbeda. Karena yang satu 
adalah konsep dari Tuhan sedangkan yang 
lainnya adalah konsep dari iblis. 

Anti-Kristus dalam agendanya adalah, 
pada akhirnya ia menguasai dunia (Dan.2, 
Wah.13: 11-18). Untuk menguasai dunia ia 
harus menguasai politik dan ekonomi. Dan 
kedua aspek ini akan dipakainya sebagai sarana 
untuk mengusai agama, yang adalah tujuan 
utmanya karena ia ingin memaksa setiap 
manusia menyembahnya. 

Tanpa mem- 
persatukan semua 
tentu akan sulit 
menguasai semua. 
Tetapi jika ia berhasil 
menyatukan semua, 
menjadi one world 
goverment dan one 
world religion, maka 
ia akan lebih mudah 
menggenggam 
semuanya. Ketika 
seluruh kekristenan 
disatukan ke bawah 
satu pimpinan, maka 
pihak mana yang 
menguasai pimpinan 
itu akan menguasai 
semuanya. Sejarah 
kekristenan telah men- 
catat ketika seluruh 
gereja disatukan ke 
bawah satu gereja 
yang Am, atau katolik 
atau universal, dan 
ketika sang pemimpin 
disesatkan atau 

dikuasai iblis, maka seluruh organisasi itu 
diseret ke dalam kesesatan. 

Itulah sebabnya penulis yakin bahwa 
konsep dari Tuhan ialah satu tubuh Kristus 
adalah satu jemaat lokal, dan jemaat lokal yang 
adalah tubuh Kristus itu harus merdeka, 
independen, artinya tidak dibawah kuasa 
sinode, persekutuan, atau entah apalagi na- 
manya. 

Tuhanlah yang mendirikan jemaat lokal 
yang independen diseluruh muka bumi. Tuhan 
tahu bahwa akan ada penyesatan, bahkan 
Tuhan katakan bahwa penyesatan itu pasti ada 
(Luk.l7:l). Tetapi dengan tiap jemaat lokal 
independen, maka jika yang satu disesatkan, 




yang lain belum tentu. Bahkan jika gereja 
menerapkan perintah II Tim.4:l-5, berani 
menyatakan yang salah, menegor dan 
menasehati, maka yang salah kemungkinan 
bisa berbalik menjadi benar. Dan seandainya 
tidak bisa diperbaiki lagi, maka bisa dite- 
rapkan local church separation sebagaimana 
dinasehatkan dalam Tit.3:10, sehingga yang 
lain tidak perlu ikut-ikutan sesat. 

Gereja Lutheran, Calvinis, Methodis, 
kharismatik dan lain-lain yang tidak mema- 
hami tentang 
perbedaan antara 
Doktrin Gereja Lokal 
dengan Doktrin 
Gereja Universal 
(katolik) sedang 
diseretanti-Kristus ke 
dalam sebuah 
persatuan yang ujung- 
ujungnya akan 
dikuasai oleh anti- 
Kristus. 

Dr. Stephen 
Tong sangat lantang 
mengritik gereja- 
gereja, namun sayang 
tidak menunjukkan 
jalan yang benar 
kepada gereja-gereja. 
Banyak gereja bukan 
hanya tidak bermngsi 
sebagai wadah 
pemberita Injil 
sehingga muncul 
parachurch, bahkan 
banyak gereja telah 
berubah menjadi 
perusahaan, dan hamba-hamba Tuhannya 
berubah menjadi pedagang, atau karyawan 
oportunis yang siap dibajak oleh yang berani 
membayar lebih tinggi atau memberi fasilitas 
yang lebih baik. 

Apa permasalahan intinya? Sesungguh- 
nya permasalahan intinya ialah baik Luther 
maupun Calvin tidak mereformasi Doktrin 
Gereja, sementara para theolog pengikut 
mereka sudah terlanjur mengikutinya sehingga 
tidak enak hati untuk berubah total mengikuti 
yang lain. Misalnya seseorang dari lahir sudah 
di gereja Calvinis, atau di gereja yang 
memakai sistem sinode (dipaksakan Soehar- 
to), sehingga tidak mengenal bahkan mende- 



ngar dan terus langsung menentang konsep 
Doktrin Gereja Lokal yang independen. Me- 
ngritikhal-hal sampingan sambilmengabaikan 
hal-hal inti adalah sebuah usaha menjaring 
angin, karena memahami perbedaan kedua 
konsep dengan semua konsistensi dan konse- 
kuensinya adalah inti permasalahan yang 
dihadapi gereja masa kini. 

Penulis sangat kagum pada sikap Dr. 
Stephen Tong yang sangat berani mengritik 
kesalahan-kesalahan gereja. Memang, kebe- 
naran itu bukan dicapai dengan marah-marah, 
apalagi dengan kekuatan fisik, melainkan 
dengan akal budi yang dikelola kedalam 
bentuk nasehat, teguran, bahkan kritikan 
tajam. Dan kalau tidak terasa dengan kritik 
ringan hingga tajam, mungkin karena sudah 
kurang sensitif, maka peluru terakhir ialah 
dengan kecaman pedas. 

Bapak Agus Lay telah dipanggil Bapa di 
Sorga, dan munculnya LPMI adalah teguran 
bagi gereja, karena jika gereja bermngsi 
dengan baik, artinya melakukan penginjilan 
dengan baik, maka LPMI dilahirkan. Atau 
sepatutnya gereja lokallah yang mendirikan 
LPMI yang posisinya di bawah otoritas gereja 
lokal. 

Tuhan Yesus datang dengan dua tujuan 
utama; yaitu menyelamatkan jiwa yang 
terhilang (Luk. 19:10), dan membangun jemaat 
lokal (Mat.l6:18). Tuhan tidak datang untuk 
mendirikan sekolah theologi, panti asuhan, 
yayasan penginjilan dan berbagai parachurch. 
Ia hanya mau mendirikan gereja lokal dan 
memberikan tugas kepada gereja lokal untuk 
menyelematkan jiwa yang terhilang dengan 
Injil serta membangun jemaat lokal secara 
multiplikasi (Mat.28:19-20). 

Selanjutnya, demi melaksanakan Amanat 
Agung sebaik-baiknya mendirikan berbagai 
parachurch. Jadi parachurch itu didirikan 
oleh church bukan didirikan oleh perorangan 
seperti Bill Bright. Dan parachurch harus 
berada di bawah otoritas gereja lokal, bukan 
berdiri sendiri. Terlebih salah lagi kalau 
parachurch itu tidak memiliki suatu keyakinan 
doktrin sehingga menganjurkan orang-orang 
yang berhasil diinjilinya untuk berjemaat di 
gereja mana saja. 

Tuhan Yesus menghendaki setiap gereja 
lokal melakukan dua hal besar, yaitu menginjil 
keluar dan mengajar kedalam. Jika setiap 
gereja lokal melakukan tugasnya dengan baik 
yaitu sungguh-sungguh berhasil menginjil 
keluar sehinggabanyakjiwa diselamatkan, dan 
mereka dibawa masuk kedalam gereja dan 
berhasil diajar segala doktrin yang alkitabiah 
serta mengajar mereka menjadi mampu 
menginjil keluar, maka niscaya multiplikasi 
jumlah jemaat lokal akan berkembang pesat 



sehingga dalam tempo yang sesingkat- 
singkatnya dunia akan dipenuhi gereja-gereja 
lokal independent alkitabiah. 

Tetapi mengapa, apa yang diinginkan 
Tuhan itu tidak tercapai? Jawabannya, para 
pemimpin gereja salah memahami firman 
Tuhan. Terutama salah dalam memahami 
Doktrin Keselamatan (soteriology). Jika Allah 
telah memilih sejumlah orang untuk disela- 
matkan dan sejumlah orang menuju kebinasaan 
(konsep Calvinis), maka tentu tidak ada 
semangat penginjilan, bahkan tidak perlu 
dilakukan aktivitas penginjilan. Konsep 
Calvinis yang salah menyebabkan arah gerak 
gereja yang salah. Gereja berlomba-lomba 
membangun gedung yang mewah dan besar 
untuk menunggu orang pilihan datang, bukan 
pergi keluar melakukan penginjilan. Demikian 
juga dengan mahasiswa theolog yang 
dihasilkan oleh konsep ini. Mereka tidak 
sanggup melakukan penginjilan, melainkan 
hanya jago memimpin kebaktian (master of 
ceremony). Jika kondisi gereja dan pelayan 
Tuhan jebolan berbagai STT demikian, tentu 
sangat dibutuhkan lembaga penginjilan seperti 
LPMI dan lain sebagainya. 

Lebih kacau lagi dimana ada banyak 
gereja yang percaya masih eksisnya karunia 
kenabian atau karunia bernubuat. Mereka 
meleset dalam memahami dasar kekristenan 
yaitu Alkitab yang adalah satu-satunya firman 
Tuhan. Jika Alkitab bukan satu-satunya firman 
Tuhan yang benar, maka 
kekristenan tidak bedanya 
dengan semua agama 
yang lain. Sebaliknya jika 
Alkitab adalah satu- 
satunya firman Tuhan, 
maka konsekuensinya 
ialah kitab Wahyu pasal 
terakhir ayat terakhir 
adalah firman Tuhan yang 
terakhir (wahyu terakhir). 
Dan sesudah penurunan 
wahyu terakhir di pulau 
Patmos, Allah tidak menurunkan wahyu lagi, 
dan otomatis tidak ada karunia kenabian lagi 
zaman ini. Semua orang yang mengklaim diri 
mendapat wahyu dan bernubuat absolutely 
bukan dari Tuhan. Penulis sangat kaget 
mendengar Dr. Stephen Tong berkata bahwa 
gereja-gereja memerlukan pelayan Tuhan yang 
mempunyai karunia kenabian. Karunia 
kerasulan dan kenabian telah berhenti seturut 
dengan berhentinya proses pewahyuan. Seka- 
rang yang dibutuhkan adalah karunia pembe- 
ritaan Injil, penggembalaan dan pengajaran 
(Ef.4:ll). 

Pada aspek penyelenggaraan gereja, 
pembaptisan bayi telah mengacaukan konsep 



PT. Prudential Liie Assurance 

Pra Victory Agency 

Menara Thamrin Lantai 25 

Jl. M.H. ThamrrnKav.3, Jakarta 10250 



Telp 
Fax 
HP 

E-Mail 



(62-21)3983 0622 
(62-21)3983 0617 
0816 1928619 
timotius@pravictory . com 



baptisan dengan keselamatan. Karena Yesus 
Kristus telah mati bagi dosa seisi dunia (I 
Yoh.2:2,Ibr.2:9),makakesimpulannyasemua 
bayi yang meninggal sudah pasti masuk 
Sorga. Mereka tidak perlu dibaptis karena 
baptisan untuk yang mau menjadi murid, 
bukan untuk kepastian masuk Sorga. 
Dapatkah anda lihat bahwa pembaptisan bayi 
mengacaukan konsep keselamatan? Demikian 
juga dengan pembaptisan orang yang sedang 
sekarat di rumah sakit. Orang yang sedang 
sekarat tidak membutuhkan baptisan 
melainkan berita Injil yang murni. Kalau ia 
bertobat dan percaya dengan segenap hati, 
maka ia pasti diselamatkan, tanpa perlu 
dilakukan pembaptisan. Justru pembaptisan 
akan menghantarnya ke neraka karena akan 
menyebabkan yang bersangkutan berpikir 
bahwa baptisannya telah menyelamatkannya. 
Tentu masih ada banyak hal yang perlu 
dibenarkan dari gereja-gereja yang ada di 
Indonesia. Kritikan tidak akan ada gunanya 
dan perbaikan tidak akan terjadi apabila sese- 
orang menganggap diri di atas orang lain. 
Yang lebih tidak memungkinkan perbaikan 
lagi ialah sikap mematenkan sebuah konsep 
doktrin, atau mengikuti secara mati-matian 
seorang tokoh. Tetapi sebaliknya, jika semua 
pihak mau membuka diri untuk diskusi, rela 
mendengarkan pendapat orang lain, bahkan 
selalu berpikir kritis, maka gereja-gereja akan 
menuju posisi makin positif terhadap kebe- 
naran. Dan jangan me- 
nyatakan seseorang sa- 
lah tanpa menunjukkan 
poin-poin kesalahan- 
nya, apalagi tidak 
pernah mendengarkan 
pengajaran atau mem- 
baca bukunya. 

Melalui peristiwa 
pulangnya Drs. Agus 
B. Lay ke rumah Bapa 
di Sorga, kiranya 
semangat penginjilan 
kita akan lebih berkobar lagi. Terutama kita 
harus percaya bahwa keselamatan itu 
diperoleh dengan iman (Ef.2:8-9), bukan 
dipilih tanpa kondisi (unconditional election), 
dan iman itu timbul dari pendengaran 
(Rom.l0:17), dan agar orang-orang bisa 
mendengar Injil, harus ada yang pergi 
memberitakan Injil (Rom.l0:14), tentu akan 
ada orang yang pergi memberitakan Injil jika 
ada yang mengutus (Rom.l0:15). Ingat, 
institusi satu-satunya yang ditetapkan Tuhan 
sebagai pengutus adalah jemaat lokal, bukan 
yayasan penginjilan.*** 



Drs. T.J. Timotius 




ekolah 



I inggi I 



ggi I heologi 



GR AP H E 



WV3- 




Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, 

supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari 

yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu 

menyelesaikan segala sesuatu. Ef.6:13 



Program yang Disediakan: 
Dip.Th. I (Diploma Theologia Satu) 
Dip.Th. II (Diploma Theologia Dua) 
Dip.Th. III (Diploma Theologia Tiga) 



36Sks 

72 Sks 

108 Sks 

136 Sks. 



B.B.S. (Bachelorof Biblical Study 

- Tanpa Bahasa Yunani 

- Tanpa Skripsi 

B.Th. (Bachelor of Theology) 136 Sks. 

- Harus Lulus Bahasa Yunani Dua Semester 

- Tanpa Skripsi 

S.Th. (Sarjana Theologia) 160 Sks. 

- Harus Lulus Bahasa Yunani Dua Semester 

- Harus Membuat Skripsi Minimum 75 hal. 
M.Min (Master of Ministry) Sks sama dengan MBS 

- Tanpa Bahasa Yunani 

- Harus Membuat Skripsi Minimum 100 hal 
M.B.S. (Master of Biblical Study) 

36 SksdariBBS/B.Th. (STTG) 
40 Sks dari S.Th. (STT Lain) 
50 Sks Sarjana Sekuler 

- Harus Lulus Bahasa Yunani Dua Semester 

- Harus Membuat Skripsi Minimum 100 hal 

M.DlV.(Master of Divinity) 

76SksdariS.Th (STTG) 
90 Sks dari S.Th. (STT Lain) 
96 Sks dari Sekuler 

- Harus Lulus Bahasa Yunani Dua Semester 

- Harus Membuat Skripsi Minimum 150 hal 
M.Th (Master of Theology) 

D.Min. (Doctor of Ministry) 

- Melihat latar belakang pendidikan, kondisi transkrip 
dan kesanggupan dalam bahasa Yunani 

- Khususuntuk D. Min, sebagiankewajiban diselesaikan 
di USA 

Untuk STT lain SKS yang dibutuhkan masih perlu lihat 
transkrip dan mutu akademisnya. Untuk D. Min selain 
kewajiban kuliah kelas tersebut di atas, masih perlu 
menambah kewajiban menyelesaikan tiga research paper 
minimal 40 halaman dan lulus, menyelesaikan Thesis dan 
lulus, serta lulus tes kecukupan bahasa Yunani yaitu sanggup 
menerjemahkan minimal 80% teks P.B.. 

Semuaprogram di atas disediakan melalui kerjasama 
dengan Tabernacle Baptist Theological Seminary dan 
Emmanuel Baptist Seminary. Kini tinggal sebagian kecil 
kewajiban (Uji Thesis) yang perlu diselesaikan di USA 
karena sebagian besarnya telah disampaikan melalui kaset 
video. 



Uangpendafaran: 

S, =Rp. 20,000.- 
S 2 = R P . 30,000.- 



DaftarlahSegera ! 

Jadwal Pendaftaran: 

- 1 April - 1 Agustus (untuk semester ganjil). 

- 1 September - 1 Januari (untuk semester genap). 

Alamat: 

JL. Danau Agung 2 No.5-7 

Sunter Agung Podomoro Jakarta Utara 14350 

Telp. (021) 6471-4156, 651-8586, Fax. (021) 6450-786 



Uang Kuliah Per- Sks: 


s, 


= Rp. 


20,000.- 


s 2 


- Rp 


30,000.- 



Kabar Gembi*» 1 

Akhirnya program yang 
ditunggu-tunggu oleh banyak orang, yaitu 
program EXTENSION STT GRAPHE, kini 
dibuka. Dengan demikian para pelayan Tuhan 
yang tidakbisa meninggalkan ladang pelayanan 
sudah bisa menikmati pelajaran STT GRAPHE 
yang fundamental dan alkitabiah hingga 
mencapai gelar yang diingininya. 

Untuk informasi yang lengkap silakan kirim 
Rp. 10,000.- (sepuluh ribu rupiah) sebagai 
pengganti ongkos cetak formulir dan katalok 
STT GRAPHE beserta semua keterangan 
tentang program extension. 

Uang pendaftaran sebesar Rp. 20,000.- (dua 
puluh ribu rupiah) bagi program S l5 dan 
Rp.30,000.- (tiga puluh ribu rupiah) bagi 
program S 2 . Uang kuliah sebesar Rp.20,000.- 
(dua puluh ribu) per-SKS. untuk program S u 
dan Rp.30,000.- (tiga puluh ribu) 
per-Sks untuk program S 2 . 

Semua pembayaran ditujukan 
ke rekening yayasan GRAPHE, 
Bank Central Asia (KCP Sunter 
Danau) A/C 419-3002971. Dan 
kirim fotocopy bukti setornya 
kepada kami. Kalau anda tidak 
mengirim bukti setor, kami tidak 
akan tahu sumber uang tersebut 
dari siapa. 

Jika melalui Pos Wesel, tolong 
ditujukan kepada Yunus N. Jl. Danau Agung 2 
No.5-7, Jakarta Utara 14350. (Bapak Yunus 
adalah kepala bagian urusan pengiriman dan 
penerimaan). 

Jika Pembaca mengetahui ada orang yang ingin menjual 

buku rohani atau theologi bekas pakai, bahasa apapun, 

silakan menghubungi STT GRAPHE. 

Kami ingin membelinya untuk melengkapi 

Perpustakaan STT GRAPHE. 



BERITA 
STTGRAPHE 



Satu yang sangat menyukakan baik hati 
Tuhan maupun setiap orang yang mengasihiNya 
ialah bahwa STT GRAPHE bermngsi dengan 
baik dalam menghasilkan pahlawan kebenaran 
yang di lapangan tidak segan-segan 
memperjuangkan kebenaran apapun resikonya. 
Mereka mencatat kemajuan di hampir semua 
tempat mereka memulai jemaat. 

Mereka memulai jemaat melalui kelompok 
pemahaman Alkitab atas orang-orang yang 
berhasil mereka injili. Dalam beberapa bulan 
biasanya berkembang menjadi satu jemaat kecil 
yang setia karena mengerti kebenaran yang 
alkitabiah. Setelah ada yang setia 
mengembalikan persepuluhan, dimana 
penggembala berhak memakai sebelasnya untuk 
urusan pribadi, maka mulailah jemaat kecil 
tersebut hidup dan bermngsi sebagai tiang 
penopang dan dasar kebenaran. 

Di Kalimanta Barat terdapat; Ev. John Sung, 
S.Th., di kota Pontianak, Ev. Suandi Rangking, 
S.Th., di daerah Sintang dan Sungai Ayak, Ev. 
Mulyono, B.B.S. di daerah Serukam, dan Eddy 




Damasinto, B.B.S. di daerah Senakin. Pembaca 
dimohon dukung mereka dalam doa untuk 
tuggas penginjilan dan pembangunan jemaat 
yang mereka lakukan. 

Di Papua ada Ev. Silwanus Tefbana, B .B .S ., 
Gbl. Firman Legowo, S.Th. merintis pelayanan 
di Bandung, dan Ev. Filipus, M.Min. merintis 
pelayanan di kota Surabaya. 

Tentu ada banyak mahasiswa yang melayani 
di JABOTABEKyang juga perlu dukungan doa 
dari pembaca yang mengasihi Tuhan. 

Ev. dr. Steven Liauw akan diwisudaM.Div., 
sedangkan Chandra Johan, B.Th., Tumbur 
Lumban Raja, B.Th. Dance Suat, S.Th., dan 
Juanto, B.Th., akan diwisuda M.B.S. pada 15 
Januari 2005. Selain Chandra Johan, B.Th., 
M.B.S. yang akan ke Surabaya mendukung Ev. 
Filipus, S.Th., M.Min. selama satu semester, 
yang lain akan menjadi staff pengajar untuk 
membantu memperkuat STT GRAPHE. 

Dr. Steven dan Gbl. Firman Legowo, S.Th. 
sedang berencana ke USA untuk 
selesaikan program Doktor. 

Sangat diharapkan para alumni 
yang setia ini akan menjadi tiang 
yang kuat bagi perkembangan STT 
GRAPHE kedepan. Di masa 
kebanyakan sekolah theologi 
menurunkan mutu mereka, bahkan 
banyak yang hanya mementingkan 
materi, STT GRAPHE justru 
melakukan hal yang sebaliknya. 
Untuk menjadi mahasiswa STT 
uang sama sekali tidak penting, 
kesungguhan hati untuk menjadi 
pelayan Tuhan yang dengan gigih membela 
kebenaran. 

Prinsip STT GRAPHE, gelar itu bukan pem- 
berian sekolah, melainkan posisi akademis yang 
berhasil dicapai. STT GRAPHE hanya mematok 
tuntutan dari tiap-tiap gelar akademisnya. Kalau 
mahasiswa bisa mencapai patokan itu, maka ia 
akan mendapatkannya, dan jika tidak maka sama 
sekali tidak ada cara untuk membuatnya tiba-tiba 
menjadi capai patok tersebut. Dosen GRAPHE 
selalu bertindak fair dengan mengembalikan 
kertas kerja ulangan, dan kalau dosen 
melakukan kesalahan, dipersilakan 
mengajukannya untuk diperbaiki. Setiap maha- 
siswa dipersilakan berjuang untuk mencapai 
patokan akademik yang ditargetkannya. Masa 
belajar adalah masa berjuang. 

Jika anda mengasihi Tuhan, dan juga cukup 
pintar, maka sesungguhnya tempat anda adalah 
di asrama STT GRAPHE. Sebagian mahasiswa 
yang tamat telah membuktikan mutu STT GRA- 
PHE. Sebagian mereka telah berhasil mem- 
bangun jemaat. Dan banyak yang telah diminta 
untuk menjadi dosen berbagai sekolah theologi. 
Tunggu apa lagi? Daftarkan diri anda ke 
STT GRAPHE. Anda akan dilengkapi dengan 
doktrin yang alkitabiah. Setelah sekian tahun di 
GRAPHE anda akan hebat dalam berkhotbah 
dan memimpin pujian karena salah satu 
semboyan GRAPEH ialah preaching is the king 
dan singing is the queen. *** 



GRAPHE 

melainkan 



10 



Tesn Labir SekHar Mi 



Mengenai saat kelahiran Yesus Kristus 
kedunia, sudah jelas bahwa itu tidak terjadi 
pada tanggal 25 Desember. Dari fakta pada 
saat itu ada gembala di padang sudah jelas 
bahwa itu bukan bulan Desember. Demikian 
juga bahwa menjelang kelahiran Yusuf dan 
Maria harus berjalan (bukan 
naik mobil) dari Nazaret ke 
Betlehem juga jelas bukan 
bulan Desember. Sesinting- 
sintingnya kaisar Agustus 
tidakmungkin memerintahkan 
sensus, yang mengharuskan 
setiap orang kembali ke kota 
kelahirannya, pada bulan 
Desember. 

Berbagai Encyclopedia, 
misalnya The New Book of 
Knowledge volume 3, halaman 
289, dengan terang-terangan 
menyatakan bahwa tanggal 25 
Desember adalah hari penyembahan dewa 
matahari masyarakat Eropa yang dipungut 
oleh gereja (Katolik) untuk merayakan hari 
lahir Yesus. Gereja pada saat itu bukan 
hanya menetapkan hari kelahiran Yesus 
pada tanggal 25 Desember bahkan juta 
menetapkan hari kematian Yesus pada hari 
Jumat yang sesungguhnya pada hari Rabu 1 . 

Kalau Yesus Kristus tidak dilahirkan 
pada bulan Desember, lalu pada hari apakah 
sesungguhnya ia dilahirkan? Ketika gereja 
Roma Katolik berkuasa pertanyaan ini 
haram untuk disampaikan. Yang 
mempertanyakan bisa diinkuisisi 
(pembunuhan terhadap orang yang 
bertentangan dengan gereja Roma). Tetapi 
kini kita hidup di dunia yang bebas bertanya 
bahkan bebas mengemukakan pendapat kita. 

Injil Lukas 1:26-27 berbunyi, "dalam 
bulan yang keenam Allah menyuruh malai- 
kat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea 
bernama Nazaret, kepada seorang perawan 
yang bertunangan dengan seorang bernama 
Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan 
itu Maria." Singkat cerita, pada bulan 



Jika pembaca tertarik, telah ditulis buku 
tentang hari kematian Yesus Kristus yang alkitabiah. 
Anda bisa mendapatkannya di STT GRAPHE 




keenam malaikat memberitahukan Maria 
bahwa ia akan segera mengandung seorang 
bayi. Sangatlah gampang untuk mengetahui 
bulan Yesus lahir karena ia pasti dikandung 
selama sembilan bulan. Jadi, tinggal hitung 
saja sembilan bulan kemudian dari bulan 
keenam itu, maka kita akan 
dapatkan bulan Yesus 
Kristus lahir. 

Bulan keenam yang 
ditulis oleh Lukas itu bukan 
bulan yang kita pakai 
sekarang, karena bulan yang 
kita pakai sekarang saat itu 
belum populer. Tentulah 
bulan yang dipakai oleh 
kalangan Yahudi, bukan 
yang dipakai oleh kalangan 
lain. Lalu bulan Yahudi itu 
bulan keenam bandingannya 
dengan bulan kita sekarang ini bulan apa? 
Kita lihat Kel.l2:l-2 yang berbunyi, 
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan 
Harun di tanah Mesir: Bulan inilah akan 
menjadi permulaan segalabulan bagimu; itu 
akan menjadi bulan pertama bagimu tiap- 
tiap tahun." Bulan apakah, atau bulan 
berapakah jika dibandingkan dengan bulan 
yang kita pakai sekarang? Pada 13:4 dan 
Ul. 1 6 : 1 memberitahukan 
kita bahwa bulan pertama 
itu adalah bulan Abib, 
sedangkan nama lain dari 
bulan Abib ialah bulan 
Nisan (Es.3:7)., yang jika 
disejajarkan dengan 
kalender kita jatuhnya 
antara Maret dan April. 

Jadi, enam bulan dari 
Maret-April itu jatuhnya 
September-Oktober pada 
kalender kita. Pada saat 
inilah malaikat Gabriel 
datang ke kota Nazaret untuk 
memberitahukan Maria bahwa ia akan 
mengandung seorang bayi. 

Kalau Yesus Kristus mulai dikandung 
sekitar September-Oktober, maka tinggal 
kita tambahkan saja dengan masa 
kandungan yang umumnya sembilan bulan 



>Atn&n D mur&k 




^iia 



J&l&n ^aya ^wttt»? S&w&h /VoDDD 
1&H W&rna Ponbc\^G[cbc 



maka segera kita dapatkan perkiraan bulan 
kelahiran Kristus. Dari September-oktober 
hingga sembilan bulan kemudian tentu 
jatuhnya pada bulan Juni-Juli. 

Yesus Kristus lahir pada sekitar bulan 
Juni-Juli adalah perkiraan yang paling 
alkitabiah dan paling masuk akal. Pada 
bulan-bulan tersebut di wilayah Palestina 
sedang dalam akhir musim semi dan sedang 
beralih ke musim panas. Pada masa ini 
adalah saat yang paling tepat bagi masya- 
rakat di sana untuk melakukan perjalanan. 
Dan tentu sangat masuk akal kalau kaisar 
Agustus memerintahkan sensus pada saat 
itu. Demikian juga dengan kegiatan 
penggembalaan di padang rumput. Musim 
semi adalah saat rumput tumbuh subur 
menghampar di seluruh padang. Mereka 
biasanya tidur di hamparan rumput sambil 
memandang bintang. Pada saat kambing 
domba di giring berminggu-minggu bahkan 
berbulan-bulan ke padang rumput, kandang 
mereka biasanya ditinggal kosong. Masuk 
akal sekali kalau oleh karena setiap orang 
kembali kota kelahirannya telah menye- 
babkan kekurangan tempat menginap 
sehingga terpaksa Yusuf dan Maria yang 
berjalan lambat tidak kebagian tempat dan 
harus menggunakan kandang yang kosong. 
Dan di kandang kosong 
itulah, setelah kelelahan 
bejalan berhari-hari, Maria 
melahirkan Sang Juruselamat 
ke dalam dunia ciptaanNya 
yang tidak mengenalNya. 
Sekali lagi, itu bukan bulan 
Desember, melainkan sekitar 
bulan Juni-Juli. 

Merayakan Natal itu 
tidak diperintahkan, dan juga 
tidak dilarang. Yang meraya- 
kan tidak bersalah, dan yang 
tidak merayakan juga tidak 
bersalah. Tetapi meyakini bahwa Kristus 
lahir pada bulan Desember, dan tanggal 25, 
tentu adalah kesalahan. Karena tidak tahu 
persis tanggalnya, maka rayakanlah tanggal 
berapa saja serta bulan apa saja. Yang 
terpenting adalah Yesus sungguh lahir di 
dalam hati kita.*** 

11 



Buletin Pedang Roh ini ^7 



Dicetak 3000 eksemplar dan 
jf Disebarkan ke gereja 
*t dan pribadi di seluruh 
* ' Indonesia secara gratis 



KUIS PEDANG ROH 



Jawaban Kuis Pedang Roh Edisi-40 

l.Siapa tukang tembaga yg banyak susahkan 

Paulus? Jawab: Alexander (II Tim.4:14) 

2. Siapakah nama ayah Gideon? Jawab: Yoas 

3. Sebutkan tujuh perumpamaan Tuhan Mat.13. 
Urut! Jawab:Mat.l3 

4. Siapakah nama seorang penjual kain ungu? 
Jawab: Lidia 

5. Orang Jabotabek bisa dengar Dr. Liauw di 
radio, frekuensi, hari, dan jam? Jawab: D-Radio 
dst. 

Pemenangnya adalah: 

1. Fanny, Taman Kencana, Blok D9/19 Cengkareng, 

JakartaBarat 11820 
Ternyata hanya satu perngirim yang benar. Kebanyakan 
mengisi tukang tembaga Alexander dengan nama tukang 
perak Demetrius. 



Pertanyaan Kuis Pedang Roh 
Edisi-41 

hat 



Raja jahat Yehuda yg 

bertobat di akhir hidupnya 

Asal tempat kelahiran nabi 

Amos? 

Sebutkan arti kata 

Elshadai. 

Siapakah Drs. Agus B. Lay? 

Kemungkinan Yesus lahir pada bulan apakah? 




Kirimkan jawaban anda dengan kartu pos selambat- 
lambatnya 15 September 2004. Sekalipun tidak juara 
biasanya jawaban yang betul akan mendapat hadiah 
hiburan berupa buku-buku yang ditulis Dr. Liauw. 

Jika ketika anda membaca Alkitab, buku-buku rohani, 
bahkan mendengar khotbah, anda menemukan hal-hal 
yang tidak dimengerti atau membingungkan, silakan 
mengirimkan persoalan tersebut ke: 

Laboratorium Theologi GRAPHE. 



TOKO BUKU KRISTEN 

GR AP H E 

JL. Danau Agung II no.7 

Sunter Agung Podomoro 

Jakarta Utara 

Ph. (021) 651-8586 

Fax (021) 6450-786 

E-mail <graphe@dnet.net.id> 

Menjual berbagai buku dan 

kaset rohani serta 
perlengkapan-perlengkapan 

pelayanan kegerejaan. 

Anda Juga bisa mendapatkan 

kaset khotbah 

Dr. Suhento Liauw 



TAHUKAH ANDA BAHWA BETAPA 

PENTINGNYA KEHADIRAN GEREJA 

YANG ALKITABIAH Dl LINGKUNGAN 

ANDA, ATAU ANDA HADIR (PINDAH) 

KE LINGKUNGAN YANG ADA 

GEREJAALKITABIAH? 



Jika anda ingin mencetak sesuatu 

atau membeli alat-alat kantor, 

datanglah ke: 

Toko Buku dan Percetakan 

GLORIA 

Jl. Boulevard Blok WA 2/3 

Kelapa Gading Permai, Jakarta. 

Telp. 4530159,4508773 

BuletinlniDicetakDi GLORIA 



ANDA DIUNDANG UNTUK MENGHADIRI 

KEBAKTIAN Dl TEMPAT-TEMPAT KEBAKTIAN 

Dl BAWAH INI 



Tunas Jemaat GBIA KEBENARAN. 

Penanggung jawab Penggembalaan : Ev. Kurnia Kristanto, S.Th. 
Ruko PLAZA CUT MUTIA Blok A5 No. 11, Bekasi Timur 171 13 
Kebaktian Umum: Minggu, Jam 09.00 &jam 19.00 

Tunas Jemaat GBIA GRAMMATA. 



Penanggung jawab Penggembalaan : Mhs Senior Arifan 
Jl. Kelapa Gading Selatan Blok AH 10 No.26 
Gading Serpong Tangerang Telp . 542- 1 1 820 
Kebaktian Umum : Minggu, 09. 00 

Tunas Jemaat Bekasi Barat 

Penaanggung Jawab Penggembalaan: Ev. Dance Suat 
Komp. Harapan Indah, Jl. Cempaka Indah Blok OC No.14, BEKASI 
Kebaktian Umum : Minggu, Jam 09.00 

Tunas Jemaat Cengkareng: 

Penanggung jawab Penggembalaan : Ev. Hansen Haydemans, B.B.S. 
Komp. Karina Sayang Blok -V No. 1, Bojong - Cengkareng. Ph..581-3245 
Kebaktian Umum : Minggu, jam 09.30. 

Tunas Jemaat Pondok Gede: 

Penanggung Jawab Penggembalaan: Mah. Senior Tumbur Lumban Raja 
Jl. Jalan Raya Kampung Sawah No.78, Jati Warna - Pondok Gede 
Kebaktian Umum: Minggu, Jam 09.00 

Tunas Jemaat John the Baptist 

Penanggung Jawab Penggembalaan: Ev. John Sung, S. Th. 
Jl. Tanjung Pura Gg. Buntu (Persis depan Orient Hotel) Pontianak 
Kebaktian Umum: Minggu, Jam 10.00 

Tunas Jemaat Jembatan Dua 
Penanggung Jawab: Mhs. Senior Supriadi 
Jl. Jelambar (Taman Harapan Blok B No.23 Jembatan Dua 
Kebaktian Umum : Minggu, Jam 07.30 

Tunas Jemaat Sungai Ayak 

Penanggung Jawab: Suandi Rangking, S.Th. 

Sungai Ayak, Kabiipatcn Sintang, Kalimantan Barat 
Kebaktian Umum : Minggu, Jam 07.00 



GBIA FILADELFIA, Bandar Lampung: 
Gembala Jmaat: Mhs Senior Prassetya A. 
Jl. Gatot Subroto No.8, Pahoman - B. Lampung. 
Kebaktian Umum : Minggu, Jam 09.00 



Telp.0721-261731 



GBIA BANDUNG 

Gembala Jemaat: Gbl. Firman Legowo, S.Th. 

Perum. Taman Kopo Indah II RukoA2No.6. Telp.022- 5417758 

GBIA JAYA PURA 
Gembala Jemaat: Gbl. Gasper Talan 
Depan cucian mobil, Jalan Raya Jaya Pura - Sentani, Papua 
Kebaktian Umum : Minggu, Jam 09.00 

Jika anda memerlukan informasi tentang tempat-tempat 

kebaktian tersebut di atas, 

silakan hubungi GRAPHE 

Telp. (021) 6518586 



PEDANGROH 

THE SWORD OF THE SPIRIT 

Buletin Tribulanan Yayasan PEKA/STT GRAPHE 
Terdaftar: KanwilDepag. WJ/7/BA.01. 1/6383/1995 

Pelayanan: 

Panti Karena Kasih, STT GRAPHE 

Wisma Filipus, dan Buletin Pedang Roh. 

Alamat Redaksi: 

Jl. Danau Agung II no.7, 

Sunter Podomoro, Jakarta Utara 

Telp. (021) 6471-4156, 64714540, 651-8586 

Fax.(021)6450786, 

E-mail, graphe® dnet.net. id 

Kirimkan Sumbangan Anda ke 

Rekening Bank Yayasan GRAPHE 

BCA (KPC Sunter Danau) 419-3002971 



Jakarta-Utara 

UNTUK KALANGAN SENDIRI 
MELALUI SUMBANGAN DARI PEMBACA 



Nomor 
Telpon Berubah 



Kepada Yth: 



Bila tidak terantar, tolong dikembalikan ke: 
JL. Danau Agung 2 No.7, Jakarta 14350 
Terima kasih Pak Pos 



Pelayanan Pos Yang Baik Adalah Bukti Kemajuan Bangsa